Sabtu, 04 Oktober 2014



BAB I
PENDAHULUAN
            Dewasa ini stres merupakan hal yang lumrah terjadi pada setiap individu, dengan kehidupan zaman sekarang yang serba maju di segala bidang menuntut manusia harus mengikuti arus perkembangan yang serba pesat tersebut. Sehingga membuat setiap individu stres. Selain itu juga stres bisa timbul karena hal-hal sepeleh, seperti kemacetan, tugas yang begitu banyak dan pelajaran yang di anggap sangat sulit bagi setiap individu. Tanda-tanda stres dapat muncul di tubuh dengan berbagai bentuk. Stres yang dialami tiap orang berbeda-beda.
            Gejala-gejala stres mencakup mental, sosial, emosional, kognitif dan fisik. Hal-hal ini meliputi kelelahan, kehilangan atau meningkatnya nafsu makan, sakit kepala, sering menangis, sulit tidur dan bangun lebih awal. Melepaskan diri dari alkohol, narkoba, atau perilaku kompulsif lainnya sering merupakan indikasi-indikasi dari gelaja stres.








BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertia stress
Stres adalah suatu kondisi seseorang yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada suatu tugas, tuntutan , atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting.
Menurut H. Norman Wright dalam bukunya yang berjudul Konseling Krisis-Membantu Orang dalam Krisis dan Stres, menyebutkan bahwa stres adalah suatu tipe tindakan atau situasi yang membebani seseorang dengan tuntutan-tuntutan yang berat atau beretentangan yang mengacaukan keseimbangan tubuh yang dapat mengganggu atau mengacaukan seseorang.[1]
B.     Penyebab stres
Stress di sebabkan oleh beberapa faktor-faktor, yaitu faktor psikologis/ pribadi dan faktor sosial/lingkungan.
1.      Faktor pribadi                
Stres dapat terjadi di dalam pemikiran kita saja. Misalnya kita akan berkenalan dengan seseorang, atau dengan tugas yang bembuat seseorang merasa sulit untuk menyelesaikannya. Hal-hal inilah yang membuat kita menjadi stres sendiri.
Faktor pribadi yang menyebabkan stres lainnya adalah kehilangan teman atau sahabat, kehilangan sesuatu barang yang di anggap paling berharga bagi dirinya, kematian orang yang di cintainya. Menurut Keith W. Sehnert, dalam bukunya yang sberjudul mengendalikan stres dalam rumah tangga dan pekerjaan, yaitu selalu cenderung untuk membuat rencana secara berlebihan, selalu merasa bersalah,terlalu menyibukkan diri dan pikiran dan tindakan yang mengganda.[2]
2.      Faktor Sosial/lingkungan
Banyak sekali faktor-faktor sosial yang bisa menimbulkan stres. Misalnya di lingkungan pendidikan, yaitu dengan banyaknya tugas yang diberikan oleh dosen atau guru, tidak adanya dukungan sosial atau teman, tidak adanya kesempatan berpartisipasi dalam membuat keputusan di tempat kerja atau sekolah.
Menurut Hadi P. Sahardjo, dalam bukunya yang berjudul Konseling Krisis dan Terapi Singkat Pertolongan di Saat-saat Sulit bahwa penyeban atau pemicu stress adalah stressor, yang berarti sebuah ancaman yang sangat nyata dan bisa dirasakan oleh individu dalam mempertahankan stabilitas ( homeostasis )[3].
C.     Jenis-jenis stres[4]
a.         Eustress 
     Eustress adalah stres dalam bentuk positif. Ini adalah stres yang baik yang dapat merangsang seseorang untuk melakukan berbagai hal dengan lebih baik. Seseorang dapat merasakan situasi tertentu, seperti pekerjaan baru, atau bertemu dengan idolanya. Jenis stres ini disebut sebagai eustress, dan secara fisik dan psikologis tidak berbahaya. Sebaliknya, stres jenis ini dapat memiliki efek positif pada kesehatan dan kinerja individu, setidaknya dalam jangka pendek.
b.         Distress
     Distress, atau apa yang biasa kita sebut sebagai stress, adalah jenis stress yang memiliki efek negatif pada kesehatan fisik dan emosional. Distress sering menghasilkan emosi yang intens, seperti kemarahan, rasa takut, dan kecemasan atau panik. Terkadang, tekanan juga dapat terwujud dalam gejala fisik, seperti palpitasi, sesak napas, dan peningkatan tekanan darah. Distress atau 'stres buruk' selanjutnya dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis - distres akut, gangguan akut episodik, dan penderita kronis.
c.              Distress akut
Distres akut adalah jenis yang paling umum dari stres yang datang tiba-tiba, menjadikan kita ketakutan dan bingung. Meskipun stres akut hanya berlangsung untuk jangka waktu pendek. Misalnya tekanan emosional, sakit kepala, migrain, peningkatan denyut jantung, palpitasi, pusing, sesak napas, tangan atau kaki terasa dingin, dan keringat berlebihan.
d.             Distress Episodic Akut
Istilah 'stres akut episodik' biasanya digunakan untuk situasi ketika stres akut menjadi norma. Jadi, gangguan episodik akut ditandai dengan sering mengalami stres akut. Orang-orang memiliki jenis stres ini sering menemukan diri mereka berjuang untuk mengatur kehidupan mereka dan sering menempatkan tuntutan yang tidak perlu dan tekanan pada diri mereka sendiri, yang akhirnya dapat menyebabkan kegelisahan dan lekas marah.
     Orang yang menderita gangguan episodik akut selalu terburu-buru. Jenis stres dapat menyebabkan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan, selain memburuknya hubungan interpersonal. Gejala yang paling umum stres episodik akut adalah lekas marah, sakit kepala terus-menerus, ketegangan, migrain, hipertensi, dan nyeri dada.
e.              Distress kronis
Distress kronis adalah stres yang bertahan untuk waktu yang lama. Stres kronis biasanya berasal keadaan yang tidak dapat dikontrol. Kemiskinan, perasaan terperangkap dalam karir menjijikkan, hubungan yang bermasalah, dan pengalaman trauma masa kecil adalah beberapa contoh peristiwa atau keadaan yang dapat menyebabkan stres kronis.
     Stres kronis sering menimbulkan rasa putus asa dan kesengsaraan, dan dapat mendatangkan malapetaka pada kesehatan baik fisik dan mental. Kelelahan mental dan fisik akibat stres kronis kadang-kadang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti, serangan jantung dan stroke. Hal ini juga dapat menyebabkan depresi, kekerasan, dan bunuh diri dalam kasus yang ekstrim. Mengobati stres kronis tidak mudah, biasanya membutuhkan perawatan medis dan tehnik manajemen stres.
D.    Dampak stres[5]
Dampak dari stres ada dua yaitu dampak negative dan positif. Dimana dampak yang negatifnya yaitu, depresi, penyakit jantung dan lain sebagainya. Walaupun demikian, stres juga mempunyai sisi positif. Direktur medis dari Fibromyalgia and Fatigue Centers, Jacob Teitelbaum, MD, menyebutkan bahwa stres adalah hal yang sangat menyehatkan karena dapat memberikan tenaga yang kamu butuhkan dalam menjalani hidup. Misalnya meningkatkan daya ingat, mempercapat pemulihan pasca operasi dan mencegah flu dan pilek[6].
E.     Cara mengatasi stress
Di dalam buku Hipnoterapi: Cara Tepat & Cepat Mengarasi Stres, Fobia, Trauma, dan Gangguan Mental lainya menyebutkan beberapa cara mengatasi stres[7].
a.       Memikirkan hal-hal yang menarik,
b.      Turunkan tingkat aktivitas berpikir kita,
c.       Ubalah segera cara pandang kita dan jaga ucapan kita, dan
d.      Serahkan diri keapada Tuhan yang Mahakuasa.
Jadi saat kita terkena stress, bahkan depresi sekalipun, kita membutuhkan sebuah inspirasi dalam hidup kita dengan mengubah pola pikir atau cara pandang kita terhadap sesuatu di dalam pemikiran kita. Dan saat itulah terjadi perubahan dasyat dalam hidup dan pemikiran kita.

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dalam penulisan paper ini penulis dapat simpulkan bahwa stresbisa timbul akibat hal-hal sepele. Misalnya mwndapat nilai yang kurang memuaskan atau karena kemacetan dan lain sebagainya. Sehingga stres adalah suatu kondisi seseorang yang dinamis saat seorang individu dihadapkan pada suatu tugas, tuntutan , atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting. Bahkan dengan kata lain stress adalah tanggapan atau reaksi tubuh terhadap berbagai tuntutan atau beban atasnya yang bersifat non spesifik.
2.      saran
Jangan terlalu menganggap hal- hal sepele menjadi hal- hal yang berat, karena akan menambah beban pikiran bagi kita. Kita juga harusjagalah kesehatan dengan rajin berolahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar.Apabila kita merasa stres, hindarilah aktivitas yang dapat menyebabkan kejenuhan dalam berfikir, dan sebaiknya kita harus melakukan liburan bersama orang-orang terdekat denga kita. Selain itu juga kita harus memiliki dukungan yang bagus terhadap karir atau pekerjaan kita.


   



















Daftar Pustaka
Ardiningsih, Umi. STRES: DAMPAK DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA,” http://pranaindonesia.wordpress.com/artikel-2/dampak-stres. (diakses, 16 september 2014, jam 15.10 WIB)
Hakim, Andri. Hipnoterapi: Cara Tepat & Cepat Mengarasi Stres, Fobia, Trauma, dan Gangguan Mental lainya (Jakarta selata: Transmedia Pustaka, 2010)
Laksono, Trihttp://gstres.blogspot.com/2013/09/inilah-berbagai-tipe-jenis-stress-dan.htm(diakses 16 september 2014. Jam 15.45 WIB)
Maulia, Vina. Stress, http://ipina10.blogspot.com/2013/05/makalah-stress.html.(diakses 19 September 2014, Jam 11.50 WIB).
Sahardjo, Hadi P. Konseling Krisis dan Terapi Singkat Pertolongan di Saat-saat Sulit, (Bandung: Pionir Jaya, 2006)
Soehnert, Keith W. Mengendalikan Stres dalam Rumag Tangga dan Pekerjaan,( Bandung: Kalam Hidup, 1981 )
Wright, H. Norman. Konseling Krisis, Membangun Orang dalam Krisis dan Stres, ( Malang: Gandum Mas 1996)





[1] H. Norman Wright. Konseling Krisis, Membangun Orang dalam Krisis dan Stres, ( Malang: Gandum Mas 1996) 256.
[2] Keith W. Soehnert. Mengendalikan Stres dalam Rumag Tangga dan Pekerjaan,( Bandung: Kalam Hidup, 1981 ) 40-41.
                [3]Hadi P. Sahardjo. Konseling Krisis dan Terapi Singkat Pertolongan di Saat-saat Sulit, (Bandung: Pionir Jaya, 2006) 65.
   [4]Tri Laksonohttp://gstres.blogspot.com/2013/09/inilah-berbagai-tipe-jenis-stress-dan.htm.diakses 16 september 2014. Jam 15.45 WIB
[5]Umi Ardiningsih,Stres: Dampak Dan UpayaPenanggulangannya,http://pranaindonesia.wordpress.com/artikel-2/dampak-stres. (diakses16 september 2014, jam 15.10 WIB).                         
                [7]  Andri Hakim,Hipnoterapi: Cara Tepat & Cepat Mengarasi Stres, Fobia, Trauma, dan Gangguan Mental lainya(Jakarta selata: Transmedia Pustaka, 2010) 19-27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar