PAPER
KENAKALAN
REMAJA
Disusun Oleh : Hendrikus H. R.
Dao
Semester : 1 ( satu )
November-2013
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN .........................................................................................
1
BAB II : PEMBAHASAN ............................................................................................
2
- Pengerian kenakalan remaja ........................................................................................... 2
Ø Remaja
.....................................................................................................................
2
Ø Kenakalan
remaja .....................................................................................................
2
- Ciri-ciri kenakalan remaja .............................................................................................. 3
- Faktor atau penyebab terjadinya kenakalan remaja ....................................................... 3
- Solusi atau cara mengatasi kenakalan remaja ................................................................ 4
BAB II : KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................................
5
DAFTAR
PUSTAKA ..............................................................................................................
7
BAB I
Pendahuluan
Dalam menulis paper ini, penulis menyadari bahwa masa remaja
merupakan masa peralihan dari masa kekanak-kanakan ke masa dewasa. Sehingga masa
ini merupakan masa yang paling penting dan menjadi pusat perhatian. Karena di
masa ini remaja sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan menimbulkan
kerugian bagi dirinya, seperti melakukan keributan di jalan, tawuran
dimana-mana, mengkomsumsi narkoba, minum-minuman keras, melakukan pergaulan
bebas, pemerkosaan, pemerasan, pencurian, perkelahian dan lain sebagainya. Hal
ini di sebut dengan kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat diartikan sebagai
suatu proses yang melanggaran norma-norma yang ada. kenakalan remaja disebabkan
oleh berbagai faktor, baik faktor pribadi, maupun faktor keluarga, dimana
faktor keluarga merupakan lingkungan yang utama, selain itu faktor lingkungan
sekitar yang secara potensial juga dapat membentuk perilaku seorang anak.
Dalam
paper ini penulis akan memaparkan beberapa hal yang akan dibahas sebagai
berikut:
Ø Defenisi
atau pengertian dari kenakalan remaja,
Ø Ciri-ciri
kenakalan remaja,
Ø Faktor
atau penyebab terjadinya kenakalan remaja, dan
Ø Solusi
atau cara mengatasi kenakalan remaja.
BAB II
Pembahasan
A.
Pengertian
Kenakalan Remaja
Ø Remaja
Menurut Y.Bambang Muliono, bahwa remaja merupakan
masa pertumbuhan atau perkembangan, atau masa peralihan perkembangan dari
seorang anak menjadi dewasa.[1]
Dengan demikian, remaja adalah suatu proses pola hidup, perilaku, karakter yang
bersifat kekanak-kanakan menjadi dewasa.
Ø Kenakalan
remaja
Akhir-akhir
ini sering kita membaca di media atau koran, bahkan dapat kita nonton di
televisi tentang perbuatan kriminal yang terjadi di beberapa daerah. Dimana ada banyak anak remaja
yang melakukan perkelahian antar pelajar, tawuran, penyalahgunaan narkoba dan
minum-minuman keras, pemerkosaan dan lain sebagainya. Dan semuanya ini akan
merugikan diri sendiri dan orang ain. Hal semacam ini dikenal dengan istilah
kenakalan remaja yang meliputi perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum.
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat
perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak
nakal (juvenile court) pada tahun 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Beberapa
ahli mendefinisikan kenakalan remaja sebagai gejala patologis sosial pada
remaja, yang disebabkan oleh pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan
bentuk perilaku yang menyimpang. Dan kenakalan remaja merupakan kumpulan dari
berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi
tindakan kriminal.[2]
B.
Ciri-Ciri
Kenakalan Remaja
Pada saat ini, ciri-ciri kenakalan
remaja mulai nampak. Misalnya, saat remaja mengendarai motor selalu
ngebut-ngebut di jalan, selalu menunjukkan gengnya, minum-minuman keras,
mengedarkan pornografi, suka merusak barang orang lain dan selalu berpakaian
seksi. Hal ini lebih di jelaskan lagi bahwa ciri kenakalan remaja itu adalah
membentuk kelompok geng dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan, seperti
kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal yang di ikuti
oleh tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis. Dan berpakaian
dengan model yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, misal: memakai rok
mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya,
sehingga di pandang kurang sopan di mata lingkunganya.[3]
Dan semuanya ini sangat nampak di masa remaja zaman sekarang, contoh para
siswa/siswi yang tubuhnya ada tato, berpakaian mini atau seksi setiap saat,
merokok dan laian sebagainya.
C.
Penyebab
Kenakalan Remaja
Perilaku kenakalan
remaja disebabkan oleh beberapa faktor baik dari dalam diri remaja itu sendiri (internal). Misalnya
tidak tercapai keinginannya atau yang menjaci cita-cita atau tujuannya
(terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam hidupnya), dan kurang mengontrol
diri. Dan dari luar diri remaja itu sendiri atau (faktor eksternal). Miaslnya
dari lingkungan keluarga, dimana orang tua sesalu memanjakan waktu kecil, orang
tua salah mendidik anak yaitu dengan cara otoriter. Sehingga saat ia dewasa ia
akan melakukan semaunya dan ia tidak mau mendengarkan apa yang di nasehatkan
orang tuanya, dari pergaulannya dengan teman-teman yang kurang baik dan lain
sebagainya. Hal ini lebih dijelaskan lagi oleh Y.Bambang Muliono bahwa penyebab
kenakalan dari lingkungan keluarga adalah dimana kehidupan keluarganya selalu
broken-home[4].
Sehingga akan mempengaruhi pola hidupnya. Karena dimasa-masa ini seorang anak
remaja membutuhkan cinta kasih orang tunya.
D.
Cara
Mengatasi Kenakalan Remaja
Kenakalan yang di lakukan oleh anak remaja harus
mengatasinya secara sungguh-sungguh, agar anak remaja dapat memiliki pemahaman atau
pengertian dan penghayatan yang sehat.[5]
Ada beberapa tips atau cara untuk mengatasi dan mencegah kenakalan
remaja, yaitu perlunya pembelajaran agama, seperti diajak untuk beribadah,
pembinaan akhlak dan rutinitas ibadah. Perlunya kasih sayang dan perhatian dari
orang tua dalam hal apapun, adanya pengawasan dari orang tua yang tidak
mengekang. Contohnya: kita boleh saja membiarkan dia melakukan apa saja yang
masih sewajarnya, dan apabila menurut pengawasan kita dia telah melewati batas
yang sewajarnya, kita sebagai orangtua perlu memberitahu dia dampak dan akibat
yang harus ditanggungnya bila dia terus melakukan hal yang sudah melewati batas
tersebut. Namun dalam masalah ibadah, tentu saja perlu ada pemaksaan. Perlu
adanya perhatian khusus serta pemahaman yang baik dan penanganan yang tepat
terhadap remaja. Selain itu perlu adanya kerjasama dari remaja itu sendiri,
orang tua, dan pihak-pihak lain yang terkait agar perkembangan remaja dapat
dilalui secara terarah, sehat dan bahagia. Hal ini lebih dijelaska[6]
Karena pada saat ini banyak remaja yang salah menggukannya. Misalnya penggunaan
internet dalam hal-hal yang tidak baik dan lain sebagainya.
BAB III
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Hal ini akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua, minimnya pemahaman tentang keagamaan, dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Akibat dari kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun solusi atau cara mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
Masalah kenakalan remaja mulai mendapat perhatian masyarakat secara khusus sejak terbentuknya peradilan untuk anak-anak nakal (juvenile court) pada 1899 di Illinois, Amerika Serikat. Kenakalan remaja meliputi semua perilaku yang menyimpang dari norma-norma hukum pidana yang dilakukan oleh remaja. Hal ini akan merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal berupa kurangnya perhatian dari orang tua, minimnya pemahaman tentang keagamaan, dan pengaruh dari lingkungan sekitar. Akibat dari kenakalan remaja akan berdampak kepada diri remaja sendiri, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun solusi atau cara mengendalikan kenakalan remaja antara lain:
·
Perlunya perhatian dan kasih sayang orang tua,
·
Perlunya pembelajaran agama,
·
Perlu adanya perhatian
khusus serta pemahaman yang baik dan penanganan yang tepat terhadap remaja,
·
mengadakan
inventarisasi pengalaman-pengalaman dan kerja sama antara para ahli teknik dan
para ahli bidang sosial, dan
·
mengadakan perencanaan
sosial untuk menghilangkan atau membatasi unsur-unsur kebudayaan material atau
teknologi.
Segala usaha dalam mengatasi kenakalan remaja harus
ditujukan ke arah tercapainya kepribadian remaja yang mantap, serasi dan
dewasa. Remaja diharapkan akan menjadi orang dewasa yang memiliki kepribadian
yang kuat, sehat jasmani dan rohani, teguh dalam kepercayaan.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan untuk lebih menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut.
Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan untuk lebih menaruh perhatian terhadap persoalan sosial, terutama kenakalan remaja. Hendaknya kita dapat mencegah dan mengendalikan perilaku remaja sehingga tidak menimbulkan masalah sosial yang terjadi akibat kenakalan-kenakalan remaja tersebut.
Daftar Pustaka
Muliono, Y. Bambang. Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan
Penanggulangannya. Yogyakarta: yayasan kanisius, 1984.
________.
Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Andi Offset, 1986.
________.
Mengatasi Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Yayasan Andi, 1986.
Sudarsono.
Kenakalan Remaja. Jakarta: PT Rineka
Cipta, 1990.
http://indrateknologi.wordpress.com/2010/09/29/Ciri-Ciri-Kenakalan-Remaja,
diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 12:45.
http://belajarpsikologi.com/Kenakalan-Remaja,
diakses pada tanggal 1 oktober 2013 pukul 13:15.
[1] Y.Bambang Muliono, Kenakalan Remaja ( Yogyakarta: ANDI OFFSET, 1986) 9.
[2]Haryanto, http://belajarpsikologi.com/kenakalan-remaja.
[3] http://indrateknologi.wordpress.com/2010/09/29/ciri-ciri-kenakalan-remaja.
[4] Y.Bambang Muliono, Kenakalan Remaja ( Yogyakarta: ANDI OFFSET, 1986) 42-43.
[5]Drs. Sudarsono, Sh, Kenakalan Remaja (Jakarta: Rineka Cipta, 1990) 5.
[6] Y.Bambang Mulyono, Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya (Yogyakarta:
yayasan kanisius, 1984) 51
Tidak ada komentar:
Posting Komentar